Oktober 2022 - Cerita Realita

Senin, 31 Oktober 2022

Bhabinkamtibmas Desa Ringinanom Laksanakan Pengecekan Apotek di Desa Binaan

Cerita Realita,BLITAR||

Dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah maraknya berita penemuan penyakit gagal ginjal akut, Bhabinkamtibmas Desa Ringinanom, Polsek Udanawu,

Aipda Agus Sugiarto terjun langsung ke lapangan, dengan melaksanakan pengecekan apotek yang ada di wilayah binaannya,Senin(31/10/ 2022).

Dan di Desa Ringinanom terdapat satu apotek yaitu Surya Husada 2 yang terletak di pinggir jalan Raya Blitar - Kediri.

Sebagai informasi, bahwa saat ini Ikatan Dokter Anak Indonesia telah menyarankan agar menghindari penggunaan obat sirup untuk anak-anak karena mengandung Dietilen Glikol (DEG) maupun Etilen Glikol (EG) yang diduga mengakibatkan gagal ginjal akut pada anak bahkan bisa berakibat kematian pada anak. 

Sampai dengan tanggal 18 Oktober 2022, Kemenkes RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 provinsi mengalami gagal ginjal akut dan mengakibatkan 99 anak meninggal dunia yang diduga akibat menggunakan obat sirup. 

Selain itu, BPOM juga telah menarik peredaran 5 (lima) merk paracetamol sirup yaitu:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml;

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml;

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Setelah dilakukan pengecekan di apotek tersebut, Erna selaku karyawati apotek telah memberikan informasi bahwa pihak Apotek Surya Husada 2, telah menarik semua obat sirup jenis tersebut di atas dan sudah tidak menjual sejak adanya informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

(*/Hms)

Sabtu, 29 Oktober 2022

Perkumpulan Pengemudi Online Blitar Raya Beri Dukungan Kinerja Kepolisian

Cerita Realita,BLITAR||

Aksi deklarasi Kami Masih Butuh Polisi dilakukan perkumpulan pengemudi online Blitar raya, Jum’at (27/10/2022).

Masing-masing dari mereka berbaris memegang tulisan tagar #Kami Masih Butuh Polisi.

Selaku koordinator pengemudi Online Edwin mengatakan hal itu sebagai bentuk dukungan kepada institusi kepolisian di tengah terpaan sejumlah kasus yang dilakukan oknum anggota kepolisian, hingga berdampak menurunnya kepercayaan publik.

“Kita masih butuh polisi, karena kalau tidak ada polisi, pengamanan apapun tidak akan bisa berjalan. Maling dan kejahatan bentuk apapun akan semakin merajalela,” kata Edwin.

Beberapa bulan terakhir, institusi kepolisian diterpa masalah. Singga citranya menurun, Erwin menilai, serangkaian peristiwa yang terjadi pada korps seragam coklat itu hanya dilakukan oknum dan bukan institusi.

“Tidak semua Polisi seperti itu, hanya oknum yang melakukannya. Jangan membawa nama institusi. Saya percaya, tidak semua polisi seperti itu. Masyarakat harus memahaminya, itu hanya segelintir oknum,” tegas Ketua Paguyuban Pengemudi Online Blitar raya ini.

Pun begitu, dia mengacungi jempol kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan menindak tegas para oknum polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik maupun pidana.

“Baru Kapolri ini saya mengacungi jempol, karena menindak tegas dan menahan semua oknum polisi yang melakukan kesalahan. Saya setuju itu, dan oknum polisi yang merusak citra lembaga kepolisian harus diproses hukum,” kata Edwin.

Ia berharap, kasus-kasus serupa tidak terjadi di wilayah Blitar Raya Sejauh ini institusi kepolisian di Blitar tidak bermasalah. Situasi Kamtibmas juga sangat kondusif.

Erwin selaku koordinator dan seluruh pengurus ojol Blitar raya menambahkan, pihaknya akan mendukung semua langkah kepolisian dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.

“Kita akan terus mendukung tugas kepolisian dalam penegakan hukum di Negara ini,”pungkas Edwin.

(Ati/JK)

Kamis, 27 Oktober 2022

Ngopi dan Kopi Ala Pak Boss #2



Cerita Realita,||

Kali ini cerita berlanjut dari Pak Boss, bukan terkait pencalonan atau pun mengenai visi dan misi (sebab masih dalam tahap seleksi berkas....,he...he...).

Bermula dari cerita maraknya kasus perceraian pasutri di salah satu kabupaten di Jawa Timur, Pak Boss sangat memperhatikan dan berucap"kok Yo ne opo rabi kui ra dipikir disik", mboso wes mlaku Agi pirang ketigo wes njalok pisah....,  wes angel²....Yo Bro...,ucap Pak Boss.

Tapi, "itukan haknya pasangan masing-masing tho Pak Boss, wong juga negara mengijinkan", balasku.

"Pie tho Bro, awakmu kok ra teko lekmu mikir.Apa tidak pernah memikirkan empat perkara dalam mengarungi bahtera rumah tangga,"ucap Pak Boss dengan menghela napas panjang.

Kalau Lima perkara ini dijadikan pedoman pastinya semua akan baik-baik. Meskipun kondisi perekonomian keluarga juga mengalami masa-masa yang sulit. LIMA perkara ini sampai sekarang masih bisa untuk diterapkan, ini dari pitutur pinisepuh.

Empat perkara ini yaitu :

1. NGACENG MENGKERET 

2. MLEBU METU

3. MLUMAH MENGKUREP

4. MEREM MELEK 

5. MANTHUK-MANTHUK

"Waduh kok begitu, tho Pak Boss", ucapku. Sambil terkekeh Pak Boss menjelaskan, "pikiran manusia yang kadang sudah kotor yang tidak paham, pikirannya pasti kesitu, lha iyo tho"kata Pak Boss.

Begini untuk yang pertama NGACENG MENGKERET itu maksudnya apabila istri dalam keadaan 'kenceng'emosi sang suami harus diam. Jangan dilayani dengan emosi juga,"suami harus MENGKERET atau Kendo mengendalikan emosi juga,"terang Pak Boss. "Begini tho Pak Boss, terlanjur pikiran saya yang lain....,kataku.

Sambil nyeruput wedang kopi dan nyalakan rokok linting, Setelahnya Pak Boss melanjutkan MLEBU METU itu maksudnya, pasangan suami istri juga harus bisa menerima dan memberi masukan dan saling menasehati.

"Untuk MLUMAH MENGKUREP, Nopo Pak Boss? "Tanyaku penuh Kepo. Sabar tho Bro, tak ngombe kopi disik,"jawab Pak Boss.

MLUMAH iku ketok ngareppe, MENGKUREP ketok mburine, maksudnya suami istri itu harus selalu terbuka baik masalah ekonomi, hubungan sosial, komunikasi dan serta masalah lainnya.Harus jujur dan tidak boleh ada yang disembunyikan serta tidak boleh ada kebohongan. Karena kebohongan adalah awal dan menjadi residu kehancuran sebuah hubungan." Kudu Bloko Suto", terang Pak Boss.

Pak Boss melanjutkan, MEREM artinya seorang suami harus bisa menutup aib atau kekurangan dari istri begitupun sebaliknya, seorang istri juga harus bisa menutup kekurangan dari suaminya dan jangan sampai di ceritakan kepada orang lain, dan diungkit-ungkit terus.

MELEK itu maksudnya, harus mengakui dan menghargai serta mengapresiasi kebaikan apa yang sudah dilakukan oleh istri maupun suami. Umumnya manusia karena kejelekan atau satu kesalahan  saja pastinya manusia akan melupakan kebaikan selama yang diberikan kepada kita.

"Kalau empat perkara tadi bisa dilakukan tentunya.Untuk yang kelima MANTHUK-MANTHUK itu membuktikan atau menandakan bahwa sudah bahagia tentram rukun dan harmonis,"tukas Pak Boss.

Itulah Pak Boss, sosok tokoh di desaku yang setiap ada cerita tak lepas dari filosofi. Menutup pembicaraan kali ini kami tetap setia dengan rokok linting dan wedang kopi hitam dengan ditemani hawa dingin Lereng Gunung Kelud.

(*)

#Rahayu Sagung Dumadi












Rabu, 26 Oktober 2022

Waka Polsek Udanawu Hadiri Kegiatan Loka Karya Mini Untuk Atasi Stunting Lintas Sektor

Cerita Realita,BLITAR||

Waka Polsek Udanawu hadiri kegiatan Loka Karya Mini (Minilok) diselenggarakan oleh UPT Puskesmas Udanawu di Pendopo Kantor Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar,Rabu (26/10/2022) pagi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polsek Udanawu Iptu F. Agus, Camat Udanawu yang di wakilkan oleh Kasi Kesos, Danramil Udanawu di wakili oleh Sertu Muhaimin dan Kepala Puskesmas Udanawu dan kader kesehatan  desa Se-kecamatan Udanawu.

Nantinya kader kesehatan dari masing masing desa yang ada di Udanawu melaksanakan pendampingan terhadap ibu hamil dan balita agar tidak terjadi stunting pada saat pertumbuhan balita/anak.

Loka karya ini dilaksanakan secara rutin sebagai bahan evaluasi dan rencana program kerja lintas sektor baik dari tingkat kecamatan sampai tingkat desa dalam bidang kesehatan masyarakat. Pada pembahasan kali ini tentang pentingnya pencegahan stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. 

Cara mengatasi stunting adalah dengan memberi anak nutrisi yang memadai sejak dari dalam kandungan, setelah baru lahir, dan selama masa pertumbuhan.

Karena kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Saat ditemui Waka Polsek Udanawu Iptu F. Agus mengatakan, bahwa kami dari Polsek Udanawu siap bekerja sama dengan lintas sektor.

"Semua itu demi kebaikan masyarakat dalam menjaga kesehatan, sehingga wilayah hukum Polsek Udanawu khususnya bisa bebas Stunting dan masyarakat sejahtera,"pungkasnya.

(Ati/Hms)

Selasa, 25 Oktober 2022

Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Polsek Nglegok Tambal Jalan Berlubang


Cerita Realita,BLITAR||

Jajaran beserta anggota Polsek Nglegok bersama dengan Muspika Kecamatan Nglegok dan dibantu warga menambal sejumlah jalan berlubang di Jalan Raya Penataran Nglegok Kabupaten Blitar,Selasa (25/10/2022).

Tindakan itu dilakukan untuk mencegah kecelakaan. Selain itu penambalan dilakukan setelah seorang pemotor jatuh hingga meninggal dunia karena berusaha menghindari jalan berlubang.

"Pagi ini kami bersama Muspika dan warga langsung menambal sejumlah jalan berlubang di Jalan Raya Penataran. Ada enam titik jalan berlubang di lokasi," kata Kapolsek Nglegok Polres Blitar Kota, Iptu Nur Budi.

Iptu Nur Budi menjelaskan, petugas bersama warga menambal jalan berlubang menggunakan pasir dan semen.Penambalan jalan berlubang untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di lokasi. 

" Aspal jalan sudah banyak yang berlubang besar sehingga menimbulkan potensi kecelakaan dan jalan yang berlubang tersebut kami cor menggunakan pasir dan semen,"ujarnya.

Iptu Nur Budi mengimbau,para pengendara agar tetap hati-hati saat melintas di lokasi. Para pengendara juga diminta melengkapi diri dengan standar keamanan berkendara, yaitu, pakai helm SNI untuk mengurangi dampak fatalitas apabila terjadi kecelakaan.

"Selain itu, pengendara agar tetap memperhatikan kecepatan dalam berkendara," katanya. 

Sebelumnya, Risky (19), pemuda asal Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Pasar Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Selasa (25/10) dini hari. 

Korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya saat berusaha menghindari jalan berlubang di lokasi.

(*/Hms)

Wabup Blitar Bersama Pengusaha dan Wartawan Bagikan Ribuan Paket Sembako




Cerita Realita, BLITAR ||

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga korban bencana banjir di Blitar selatan, Wakil Bupati Blitar bersama pengusaha dan wartawan menggelar bhakti sosial membagikan ribuan paket sembako di Lingkungan Gondanglegi dan Glentengan, Kelurahan/Kecamatan Sutojayan.

Disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Rahmat Santoso untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir di Blitar selatan, Pemkab Blitar bersinergi dengan berbagai pihak termasuk diantaranya pengusaha.

"Sebagai wujud semangat gotong royong dan kepedulian,terhadap saudara yang tertimpa bencana," ujar Wabup Rahmat, Selasa(25/10/2022).

Lebih lanjut dijelaskan orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini maka digelar bhakti sosial bersama pengusaha Seduluran dari Tulungagung, PT Gudang Garam Kediri dan wartawan di Blitar, dengan membagikan ribuan paket sembako terdiri dari 100 sak beras, 600 botol minyak goreng dan beberapa sembako lainnya. 

"Kegiatan sosial ini juga didukung oleh komunitas Blitar Landrover Community (BLC) dan Hardtop Blitar Community (HBC), yang membantu mendistribusikan bantuan langsung ke rumah warga door to door," jelasnya.

Diungkapkan Wabup Rahmat saat ini kondisi di Kabupaten Blitar memang sedang mengalami berbagai bencana, selain banjir dan longsor juga tanah gerak yang mengakibatkan amblesnya puluhan rumah di Kecamatan Panggungrejo. 

"Menghadapi musibah bemcana alam ini, perlu adanya kolaborasi Pemkab Blitar dan stake holder termasuk pengusaha," ungkap pria yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI).

Sebelum berbagi sembako dengan pengusaha, kemarin juga disalurkan bantun sembako dari para peternak ayam petelur.

"Jadi kedepan, kolaborasi dengan berbagai elemen dan stake holder akan terus dilakukan. Karena kemampuan APBD terbatas," tandas Wabup Rahmat.

Sementara itu disampaikan perwakilan dari pengusaha Seduluran, Amin Sukron kalau pihakmya setiap tahun selalu memberikan bantuan untuk korban bencana alam, pada 2022 ini sudah menyalurkan bantuan di 3 daerah yakni Trenggalek, Tulungagung dan Blitar.

 "Bantuan untuk bencana rutin tiap tahun disalurkan, sebagi bentuk tanggungjawab sosial membantu yang tertimpa musibah bencana," kata Amin.

Adapun besarnya bantuan yang disalurkan di setiap titik rata-rata sama yaitu 100 sak beras dan 600 liter minyak goreng, sedangkan total bantuan yang disalurkan oleh toko yang memiliki 30 cabang di 5 daerah yakni Trenggalek, Tulungagung, , Kediri dan Nganjuk ini mencapai 600 sak beras dan 3.000 liter minyak goreng.

(Tim)

Minggu, 23 Oktober 2022

Ngopi dan Kopi Ala Pak Boss

Cerita Realita,||

Sepenggal cerita dari seorang calon peserta pimpinan Kepala Desa, dari ia melihat , mendengar dan 'membaca'.

Ia sampaikan bahwa kedepan desa yang selama ini dirinya ditingali perlu adanya upaya pembaharuan.

Ada sedikit yang dalam benak saya harus saya sampaikan kepada calon peserta Kepala Desa,dan  pemilihan umum yang sifatnya terbatas yang akan diselenggarakan.Dalam artian terbatas pada wilayah desa.

Sebut saja Pak Boss, saya utarakan maksud dan tujuan saya , apakah nantinya Pak Boss pasti bisa menangkap dan mengakomodasi semua kepentingan warga?,tanyaku. Dikala malam itu ditemani rokok linting dan segelas wedang kopi hitam.

Dengan santainya Pak Boss, menjawab bahwa memimpin ibarat kita saat ini. Ia jelaskan, "ya apa yang kita lakukan saat ini bro 'ngopi',"cuapnya. Dalam beberapa hal mungkin saya kalah dari calon yang lain, tapi dengan penuh semangat dan yakin bahwa kalau memang semua sudah mandat dari yang kuasa pasti tak kemana," lanjut Pak Boss.

Lho kok begitu,Pak Boss ? tanyaku. Terkait Ngopi tadi bagaimana?. Sebelum menjawab ia nyeruput wedang kopi hitamnya. Lalu menjawab,Ngene ( begini) lho bro orang kalau ngopi hitam pasti ya gabungan dari bubuk kopi dan gula, sama seperti kita semua Ndak mungkin tho kita hidup di masyarakat sendiri. 

Sama juga dengan pilihan nantinya pasti warga desa punya gabungan kopi sendiri dan ada pula yang dicampur dengan bahan lainnya contohnya susu,ada yang suka dengan gula pasir dan gula lainnya. Intinya adalah bahan utama adalah bubuk kopi. 

Jadi bila bahannya sama akan tahu bagaimana rasanya kopi pasti pahit. Sama juga dengan permasalahan apabila kita hadapi sendiri pastinya juga pahit. Maka pentingnya menjaga kerukunan dan kegotong royongan.

"Nah pahamkan, sekarang tak jelaskan lagi apabila takaran pas pastinya kopi tadi rasanya juga joss,"lanjut Pak Boss.

Maksudnya bila rasa manis gula dan  kopi jadi satu pastinya akan menciptakan satu kesatuan,demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. "Seperti rasa kopi tadi,Joss".

Itulah Pak Boss, orang yang senantiasa berusaha untuk memberikan yang lebih bagi kemajuan masyarakat di desa dengan menjabarkan segala hal dengan keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.

Untuk saat ini sekian dulu cerita mengenai Pak Boss, karena Filosofi Ngopi masih ada lanjutannya.

(*)

 

Kapolres Blitar Kota Bersama Kepala BPBD Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Jalan Raung Kota Blitar

Cerita Realita,BLITAR||

Curah hujan yang mengguyur Kota Blitar mengakibatkan pohon tumbang yang melintang diatas aliran sungai dan akibatkan tebing longsor. Di Aliran Kali Lahar Jalan Raung Kota Blitar,Jum'at (21/10).

Kapolres Blitar Kota AKBP Argowoyono SH SIK MSi didampingi sejumlah pejabat utama di Polres meninjau langsung lokasi tersebut. Peninjauan itu juga didampingi Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli, Sabtu (23/10).

Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga kamtibmas serta antisipasi kerawanan bencana di wilayah tugasnya.

AKBP Argowiyono langsung meninjau lokasi longsor di Aliran Kali Lahar Jalan Raung Kota Blitar.

Menurut AKBP Argowiyono, bencana alam yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian dan harus diwaspadai.

Sebab, belakangan cuaca sedang tidak baik. Sehingga masyarakat harus selalu waspada dengan cuaca hidrometrologi yang mungkin diperkirakan masih sampai desember.

"Hari ini saya bersama Kepala BPBD Kota Blitar meninjau beberapa lokasi yang kemarin sempat longsor yaitu di aliran kali lahar di jalan Raung dan Muaratikus  hasil pengamatan secara umum sudah diperbaiki namun untuk yang di Jalan Raung masih berproses karena masuk dalam wilayah Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) untuk penanganannya" kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono

Selain meninjau dan memastikan beberapa lokasi longsor, Kapolres juga memberikan himbauan kepada warga yang berada di lokasi longsor untuk berhati-hati dan waspada.

Peristiwa longsor di tebing Kali Lahar, Jl Raung, juga mengancam sekitar tujuh bangunan rumah warga di lokasi.

Untuk diketahui bahwa kemarin  Jum at (22/10), Petugas gabungan dari BPBD Kota Blitar bersama TNI dan Polri telah membersihkan pohon tumbang terseret tanah longsor di aliran Kali Lahar, Jl Raung, Kota Blitar.

Polres Blitar Kota juga memasang garis polisi di titik longsor sebagai tanda bahaya agar warga hati-hati saat melintas di lokasi.

Petugas gabungan juga telah memotong dahan pohon tumbang yang melintang di atas aliran Kali Lahar, Jl Raung.

Sementara itu, Agus Suherli Kepala BPBD Kota Blitar mengatakan BPBD sudah koordinasi dengan DPUPR terkait penanganan selanjutnya terhadap tebing longsor di Jl Raung.

Menurutnya, DPUPR akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan lebih lanjut tebing Kali Lahar longsor.

"Karena Kali Lahar menjadi wewenang BBWS. Kami akan koordinasi dengan BBWS terkait penanganan selanjutnya," katanya.

(*)

Bupati Blitar Ajak Napak Tilas Sejarah Santri dan Santripreneur Yang Peka Teknologi

 


Cerita Realita,BLITAR||

Bupati Blitar, Rini Syarifah memimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022, di Alun-Alun Kanigoro, Sabtu (22/10/2022) pagi. 

Hadir dalam apel tersebut, jajaran Forkopimda, Sekda Kabupaten Blitar, sejumlah kepala OPD, tamu undangan serta ratusan santri se- Kabupaten Blitar dan para santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kabupaten Blitar.

Bupati Blitar yang akrab disapa Mak Rini ini juga menyampaikan, apresiasinya kepada seluruh santri yang telah berkontribusi dengan menjadi relawan pada musibah banjir di wilayah Sutojayan, Panggungrejo, Binangun maupun daerah lain di Kabupaten Blitar, yang terdampak bencana banjir.

“Semoga seluruh santri yang ada di Kabupaten Blitar semakin berdaya menjaga martabat kemanusiaan,”kata Mak Rini .

Pada kesempatan itu, Mak Rini juga membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia. Diantaranya, tema peringatan Hari Santri untuk tahun 2022 ini ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’.

Maksud tema tersebut adalah, bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Dulu, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah. Menggunakan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung. Mereka tidak gentar melawan musuh. Di Surabaya, resolusi jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya melawan Belanda,”jelasnya.

Ia melanjutkan ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan. Di tempat lainnya juga sama, yaitu santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah.

“Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,”imbuhnya.

Mak Rini juga mengajak peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, hari santri adalah milik semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

“Saya mengajak semua masyarakat Indonesia,apapun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” ujar Bupati membacakan sambutan Menteri Agama.

Dihubungi usai memimpin upacara, Mak Rini menyampaikan kegiatan upacara Hari Santri ini dilaksanakan serentak se- Kabupaten Blitar. Meski pusat upacara Hari Santri se- Kabupaten Blitar berada di Alun-Alun Kanigoro, ia menyebut masing-masing kecamatan juga melaksanakan upacara Hari Santri.

“Harapannya kami ingin santri-santri kita kedepan untuk menjadi sosiopreneur, santripreneur, untuk sareng-sareng (bersama-sama) membangun bangsa. Kita membutuhkan anak-anak muda, maka anak-anak muda ini harus peka teknologi, harus bisa digitalisasi,”ungkapnya.

“Mulai dari akademisi, anak-anak sekolah, SD, SMP, nah itu semuanya santri-santri kita. Semua harus saling bersinergi, bagaimana inovasi, kreasi ini terus gencarkan dan semangati mereka,” pungkasnya.

(Kom)

Jumat, 21 Oktober 2022

Pikap Tertimpa Pohon Tumbang, Akibatkan Dua Orang Meninggal Dunia


Sebuah Mobil Pickup yang tertimpa pohon dijalur Blitar Malang( Jum'at, 21/10/2022 sumber foto doc : ist)
  

Cerita Realita,BLITAR ||

Sebuah pikap ringsek tertimpa pohon tumbang saat melintas di Jalan Raya Talun, Kabupaten Blitar. Dua orang yang ada di dalam pikap tewas.
Kasat Lantas Polres Blitar AKP Kadek Adhitya Yasa Putra membenarkan kecelakaan tersebut. Korban tewas karena pohon yang tumbang langsung mengenai bagian depan pikap.

"Laka tunggal, yakni sebuah pohon tumbang yang menimpa pikap saat sedang melintas. Adapun lokasinya berada di Jalan Raya Talun, barat SMAN Talun," terang Kadek.

Kadek menyebut korban tewas di tempat. Sebab, pohon langsung mengenai bagian depan pikap. Proses evakuasi kendaraan masih berlangsung. Sedangkan, arus lalu lintas sudah mulai kembali normal.

"Untuk kedua korban yang tewas sudah dibawa ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Ini masih proses membersihkan pohon, dan menepikan kendaraan," terangnya.

Terkait identitas korban, pihaknya mengatakan, dua korban meninggal dunia yakni AMH (30) beserta INC (26) adiknya. Saat peristiwa tersebut terjadi, cuaca dilokasi kejadian sedang dalam kondisi hujan disertai angin kencang.

“AMH meninggal dunia di lokasi. Sedangkan, INC meninggal di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar, karena luka di bagian kepala,”ujarnya.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.48 WIB, sempat membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan cukup panjang, karena pohon yang tumbang menimpa pikap tersebut menutup dua lajur jalan.Kecelakaan tersebut saat ini tengah ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Blitar.

Lebih lanjut, Kadek mengimbau kepada masyarakat dan pengendara agar lebih waspada saat berkendara dalam kondisi hujan. Sebab, kejadian pohon tumbang kerap terjadi saat hujan deras. Selain itu, hujan deras juga membuat jalanan licin dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
(jk/Res)

Polsek Kesamben Laksanakan Edukasi dan Sosialisasi Terkait 5 Obat Sirup yang Sementara Tidak Boleh Beredar

Cerita Realita,Blitar||

Dalam mendukung Kementrian dan Lembaga pemerintah, Polsek Kesamben jajaran Polres Blitar membantu untuk melaksanakan giat edukasi dan sosialisasi ke apotek dan masyarakat terkait obat sirup mengandung bahan kimia,Jumat (21/10/2022).

Pada kegiatan tersebut Kapolsek Kesamben Iptu Suhartono beserta anggota dan juga Camat Kesamben, Kepala Puskesmas Kesamben dan Dinas Pendidikan Kesamben melaksanakan pengecekan ke beberapa apotek yang ada di wilayah Kesamben.

Langkah utama yg dilakukan adalah berkoordinasi dengan Muspika Kesamben dan dinas terkait, untuk langkah-langkah yang dilakukan dengan sosialisasi dan edukasi.

Untuk sementara waktu anak- anak tidak meminun obat cair/sirup. Serta menunggu hasil pemeriksaan BPOM tentang kandungan yg terdapat didalam obat cair yg membahayakan tubuh anak-anak.

Adapun 5 obat sirup yang sementara tidak boleh beredar meliputi:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;

3.Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml;

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml;

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Dan ternyata 3 apotek yang berada di wilayah Kesamben sudah mendapat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan dan PBF kalau 5 jenis sirup diatas tidak boleh beredar. Jadi semua apotek sudah tidak mengedarkan pada masyarakat.


Dalam hal ini, jajaran kepolisian Polres Blitar menginstruksikan kepada seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair atau sirup sampai ada pengumuman resmi dari Pemerintah.

“Selain itu,seluruh apotek diminta untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai ada pengumuman resmi dari Pemerintah mengenai hal itu,”tegas Kapolsek Kesamben. 

(res/*)

Pemkab Purwakarta Berikan Batuan Rutilahu Sebanyak 300 Unit

Cerita Realita,Purwakarta||

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika salurkan bantuan bagi  Rumah Tidak Layak Huni  (Rutilahu) kepada warganya bertempat di Desa Sawahkulon, Kecamatan Pasawahan pada Kamis,(20/10/2022).

Turut mendampingi pada penyerahan bantuan tersebut Kepala OPD,Camat Pasawahan, Kepala Desa Sawahkulon . 

Pada kesempatan itu Bupati yang akrab disapa Ambu juga menyampaikan, akan memberikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu) sebanyak 300 unit yang akan direalisasikan secara bertahap senilai Rp 20 juta.

"Hari ini kami akan menyerahkan bantuan Rutilahu sebesar Rp 20 juta, kepada warga Pasawahan atas nama Asep. Dia tinggal sendiri dengan kondisi fisik yang memang lemah,anggaran ini dari APBD tahap II melalui Program Gempungan setiap pekannya sebanyak 3 sampai 5 penerima,"katanya.

Ambu menambahkan,target 300 rumah itu diharapkan dapat terealisasi hingga akhir tahun dan masyarakat bisa terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Ia juga menjelaskan sebelumnya pihak desa dan kelurahan harus melakukan entri data bagi penerima ditahun sebelumnya.

"Data penerima program Rutilahu secara by name by address harus dientri ditahun sebelumnya oleh pihak desa dan kelurahan. Sistem ini harus di ketahui bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.Terkait realisasi bantuan baru satu tahun kemudian, "terangnya.

Ia meminta agar penerima program Rutilahu dimasukkan semua ke sistem sehingga tidak ada yang tertinggal,"karena kalau sudah masuk ke sistem nantinya kita yang akan mengatur sesuai dengan kemampuan anggaran kita,"tukasnya.

(KS/Tim)

Kamis, 20 Oktober 2022

Galeri foto UMKM Batik Selo Putri Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar


 












Polres Blitar Distribusikan Bansos Bagi Korban Banjir

Cerita Realita,BLITAR||

Polres Blitar dan Polsek jajaran melaksanakan rangkaian kegiatan pendistribusian bansos sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam banjir di Kabupaten Blitar.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel kesiapan dipimpin Wakapolres Blitar Kompol Roycke H.F. Betaubun serta dihadiri PJU, personil Polres dan Polsek jajaran.

Jajaran Polres Blitar memberikan bantuan untuk warga terdampak banjir. Ribuan kemasan sembako dan kebutuhan sehari-hari didistribusikan dengan menggunakan 16 mobil dinas milik Polsek,Kamis (20/10/2022).

Dalam arahannya, Kapolres Blitar melalui Wakapolres menyampaikan bahwa sudah sekitar 4 hari di wilayah Kabupaten Blitar yang terdampak bencana alam banjir.

“Hari ini kita melaksanakan bansos berupa kebutuhan sembako meliputi beras, telur, minyak goreng, mie instant, sabun mandi, pampers bayi, susu, kopi, detergent, gula pasir, sosis, minuman, pasta gigi dan obat-obatan kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Blitar,”ucapnya.

Pendistribusian nantinya akan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Tiga Pilar kepada warga yang terdampak bencana banjir.

“Pelaksanaannya akan dilakukan Bhabinkamtibmas yang diperintahkan langsung untuk mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat. Bekerja sama dengan tiga pilar yakni Kecamatan dan Koramil,”terangnya.

Ia menambahkan, terdapat lima kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Lotim, Panggungrejo, Bakung, Binangun, dan Wonotirto.

“Sinergi bersama komunitas sosial elemen kemasyarakatan membuka rasa empati, bergotong royong dengan tindakan nyata untuk membantu meringankan beban saudara yang sedang mengalami bencana, semoga bisa menjadi berkah bagi kita semua,”pungkasnya.

(*)

Setelah Banjir Surut,Warga Blitar Di Kejutkan Fenomena Tanah Gerak

Cerita Realita,BLITAR||

Banjir di Blitar selatan telah surut, kini warga dikejutkan dengan fenomena tanah gerak yang terjadi Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo,Kabupaten Blitar.

Hujan yang mengguyur Blitar selama tiga hari tiada henti mengakibatkan bencana tanah gerak. Akibatnya, sebanyak 35 kepala keluarga (KK) harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, rumah mereka retak dan tanahnya amblas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Betryanto mengatakan, bencana tanah gerak yang terjadi di wilayah Blitar selatan terjadi akibat kemunculan sumber mata air di dalam tanah.

“Di bawah tanah yang gerak itu sudah muncul sumber mata air yang baru. Sehingga tanah yang ada di atasnya jadi mengambang dan bergerak,” kata Ivong, Kamis (20/10/2022).

Menurut Ivong, fenomena tanah gerak di Panggungrejo kasusnya sama dengan yang terjadi di Dusun Ilik-Ilik, Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan. Kemiringan lahan menimbulkan aliran air baru, yang lama kelamaan membentuk sumber air baru.

Ivong menambahkan, data sebanyak 35 KK yang tersebar di 2 RT itu bisa terus bertambah. Pihaknya kini terus berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur dan pihak-pihak terkait.

Sementara itu, Camat Panggungrejo, Agus Priandoko mengatakan, bencana tanah gerak terjadi setelah hujan terus mengguyur Panggungrejo selama tiga hari.

“Warga yang terdampak untuk sementara dievakuasi ke kantor desa dan beberapa memilih mengungsi di rumah saudara dekatnya,”ujarnya.

Menurutnya, lokasi bencana tersebut berada di lereng perbukitan. Warga setempat juga menjelaskan, setelah hujan beberapa hari, ada letupan lalu tanahnya geser.

“Warga yang terdampak dilarang kembali ke rumahnya masing-masing. Karena gerakan tanah masih masif dan membahayakan,”pungkasnya.

(*)

Ketua FKUB Kabupaten Nganjuk: Irjen Pol Nico Afinta Sosok Tegas dan Berwibawa Sebagai Pengayom Masyarakat

KH. Sholichin
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama 
Kabupaten Nganjuk


Cerita Realita, Nganjuk||

Pergantian pucuk pimpinan kepolisian di Jawa Timur, menjadi berita yang hangat dikalangan masyarakat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Irjen Toni Hermanto sebagai Kapolda Jatim yang baru, menggantikan Irjen Pol Niko Afinta.

Irjen Pol Nico Afinta menjadi Staf Ahli Bidang Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri. Mutasi Irjen Nico tertuang dalam Surat Telegram Kapolri dengan Nomor: ST/2134/X/KEP/2022 yang diterbitkan Senin, tanggal 10 Oktober.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nganjuk KH Solichin mengucapkan selamat kepada Irjen Pol Nico Afinta yang mendapatkan jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri.

"Atas nama FKUB Kabupaten Nganjuk serta pribadi dan seluruh pimpinan dan warga masyarakat Kabupaten Nganjuk mengucapkan selamat dan sukses kepada Irjen Nico Afinta atas jabatan barunya sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri,"ucapnya.

KH. Solichin juga mengucapkan,terima kasih atas pengabdiannya selama ini menjadi Kapolda Jawa Timur, yang sudah menjaga dan menciptakan situasi Jawa Timur yang kondusif, aman dan sejahtera.

Ia juga menjelaskan Irjen Pol Nico Afinta adalah sosok yang tegas dan berwibawa sebagai pengayom masyarakat. Dia juga mengucapkan,selamat datang kepada  Irjen Pol, Drs.Toni Harmanto atas jabatan barunya sebagai Kapolda Jawa Timur (Jatim).

"Selamat bertugas Irjen Pol Drs. Toni Harmanto di wilayah Jawa Timur, semoga kesuksesan selalu menyertai dan kami siap bersinergi dengan Polri agar terwujudnya situasi yang kondusif,aman dan sejahtera,"tambahnya.

KH Solichin juga menyampaikan,selamat bertugas ditempat yang baru kepada Irjen Pol Nico Afinta. Dan juga mendo'akan semoga kesuksesan selalu menyertai Irjen Pol Nico Afinta.

"Kami mendo'akan semoga Irjen Pol Nico Afinta selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan pada jabatan yang baru.Serta tetap jalin komunikasi yang telah berjalan dengan baik selama ini, " pungkasnya.

(Hrj/*)

Rabu, 19 Oktober 2022

CHEMI DPD Jatim dan KMTH Salurkan Bantuan Korban Banjir

Cerita Realita,BLITAR||

Club Hukum Elang Maut Indonesia (CHEMI) DPD Jawa Timur menyerahkan bantuan untuk korban bencana banjir di Kecamatan Sutojayan  Kabupaten Blitar,pada Selasa (18/10). 

Bantuan ini merupakan wujud dari kepedulian CHEMI DPD Jatim dan Komunitas Masyarakat Tanggap Hukum yang (KMTH) di Hongkong bagi masyarakat terdampak banjir.

Ketua CHEMI DPD Jawa Timur Suko Priyadi mengatakan, bahwa pihaknya menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat di Kabupaten Blitar dan sekitarnya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” kata Suko Priyadi,selasa (18/10).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua CHEMI DPD Jawa Timur bersama Ketua DPC dan anggota dan diterima langsung oleh salah satu tokoh masyarakat, di tempat salah satu pengusian, menyampaikan apresiasinya kepada CHEMI DPD Jatim dan KMTH yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Blitar.

"Kami sampaikan apresiasi kepada CHEMI dan yang telah merespon bencana banjir ini dengan segera menyalurkan bantuan kepada warga. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi semua,” ungkapnya.

Sebagai informasi hujan terus menerus sejak Minggu, (16/10) mengakibatkan 1179 unit rumah terdampak banjir di lima kecamatan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ribuan rumah tersebut terendam banjir yang terjadi sejak Senin (17/10) dini hari, kecamatan yang terdampak banjir bandang di Blitar, mulai Kecamatan Binangun, Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Sutojayan, Kecamatan Wonotirto, dan Kecamatan Wates.

Kelima kecamatan tersebut meliputi 13 titik banjir bandang Blitar,berikut datanya :

Kecamatan Binangun

1. Desa Salamrejo

2. Dusun Kedungjati, Desa Rejoso

3. Desa Binangun

Kecamatan Panggungrejo

1. Desa Kalitengah

2. Desa Serang

Kecamatan Sutojayan

1. Desa Sumberjo

2. Desa Bacem

3. Desa Kalipang

4. Lingkungan Gondanglegi,

Kelurahan Sutojayan

5. Lingkungan Purworejo, Kelurahan Sutojayan

6. Lingkungan Sutojayan, Kelurahan Sutojayan

Kecamatan Wonotirto

1. Pasar Ngeni, Desa Ngeni

Kecamatan Wates

1. Desa Tugurejo.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Blitar, Kecamatan Sutojayan adalah wilayah paling banyak korban terdampak yakni 1.094 KK. Kemudian 49 KK di Kecamatan Panggungrejo, 17 KK terdampak di Kecamatan Wates dan 20 KK di Kecamatan Binangun. Sedangkan, di kecamatan Wonotirto, banjir menerjang pasar Desa Ngeni.

(Ati/Lipsus)

KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi : Tidak Mudah Terpancing Isu dan Bisa Mengambil Hikmah dari Tragedi Kanjuruhan

Cerita Realita,BLITAR||

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa 131 orang, akan terus menjadi kenangan pahit bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di dunia sepak bola.

Semua masyarakat turut berduka atas tragedi Stadion Kanjuruhan. Tidak hanya warga Indonesia, tetapi seluruh insan sepak bola di dunia turut berbelasungkawa.

Tentu tidak hanya insan sepak bola menyoroti tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Para tokoh agama dan ulama pun turut serta memberikan perhatian. Salah satunya ulama dari Blitar KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi.

Menurutnya, tragedi Stadion Kanjuruhan Malang adalah duka kemanusiaan yang tidak boleh terulang kembali. Dirinya pun mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

"Semoga korban diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,"kata dia pada Selasa (18/10/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hanan Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ini melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Suporter di manapun bisa belajar pada kejadian Malang. Termasuk juga penyelenggara, aparat dan segenap pihak yang terlibat dalam pertandingan tersebut semuanya juga sudah dipersiapkan.

"Bukan saatnya kita saling menyalahkan. Bahwasanya itu adalah kehendak atau takdir dari Allah SWT dan tidak semua menginginkan adanya kejadian tersebut. Tetapi momen ini harus digunakan sebagai waktu yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki diri masing-masing,"jelasnya.

KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi, pada kesempatan ini juga mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita yang tidak benar.Pihaknya yakin, pemerintah termasuk aparat kepolisian akan mengungkap kasus ini seterang-terangnya. 

"Saya yakin pemerintah dan aparat kepolisian akan mengungkapkan kasus ini dengan seterang - terangnya. Dan kita harus tetap berhati dingin karena permasalahan sudah diserahkan kepada ahlinya,"paparnya.

Bahkan KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi. juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama saling mendo'akan dan sekali lagi jangan mudah terpancing atas berita dan isu-isu beredar, kejadian ini tidak terulang kembali.

"Yakni sebagai koreksi kepada diri sendiri, serta dengan meyakini bahwa kejadian itu adalah takdir dari Allah SWT dan Insyaallah masyarakat kita bisa berjalan dengan baik dan persepakbolaan Indonesia tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat,serta tragedi itu tidak terulang kembali,"jelas dia.

(Tim)

Selasa, 18 Oktober 2022

9 Kecamatan Wilayah Kabupaten Malang di Landa Banjir Bandang dan Tanah Longsor


Cerita Realita,Kabupaten Malang||

Kondisi wilayah Kabupaten Malang di 9 Kecamatan yang diguyur hujan dengan itensitas tinggi sejak beberapa hari menyebabkan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di 9 Kecamatan di Kabupaten Malang.

Dengan adanya, situasi dan kondisi pantauan kejadian yang ditinjau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Senin (17/10), pukul 12.10 WIB. Meliputi luapan air dengan intensitas yang tinggi hingga terjadi banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik antara lain Kecamatan Sumbermanjingwetan, Sumbermanjingkulon, Ampelgading, Titoyudo, Pagak, Donomulyo, Bantur, Dampit, Gedangan Kabupaten Malang.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyampaikan, cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diwilayah Kabupaten Malang, khususnya Malang bagian Selatan, mulai kemarin Minggu (16/10) hingga saat ini Senin (17/10) yang menyebabkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di 9 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang. 

"Adanya dampak bencana tersebut dialami oleh warga masyarakat di Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo, Desa Kedungsalam Kecamatan Pagak, Desa Sumbermanjingkulon Kecamatan Sumbermanjingkulon, Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjingwetan, Desa Tambakrejo, Lenggoksono, Lebakharjo Kecamatan Tirtoyudo, Desa Purwodadi Kecamatan Bantur, Desa Bandungrejo Kecamatan Ampelgading, Desa Srimulyo, Desa Sukodono Kecamatan Dampit dan beberapa Desa di Kecamatan Gedangan, Pagak dan Donomulyo,"paparnya Senin, (16/10).

Sadono menjelaskan,dalam penanggulangan kali ini Tim Reaksi Cepat bergerak menuju lokasi untuk pendataan lebih lanjut dan melakukan penanganan awal assessment atau kaji cepat, terkait luapan aliran sungai perbatasan Desa  Bandungrejo-Tulungrejo Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. 

"Dari proses pendataan korban jiwa tidak ada, personil yang terlibat dalam kejadian tersebut PEMDES Bandungrejo, TDB PMI Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Malang dan warga Sekitar,” jelasnya.

(Tim)

Buntut Temuan Masbup Sidak Pembangunan Pasar Wates, Disperindag Panggil Semua Pihak

Cerita Realita,Kediri||

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kediri, Jawa Timur mendadak mengumpulkan para pihak pelaksana proyek pembangunan Pasar Wates pada Selasa (18/10/2022) pagi.

Plt. Kepala Disperindag Tutik Purwaningsih mengatakan, pemanggilan itu untuk menindaklanjuti temuan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana perihal material proyek yang diduga tidak sesuai spesifikasi.

Selain kontaktor, dinas juga mengundang dari pihak kejaksaan."Jam 9 ini saya kumpulkan semua untuk evaluasi,"ujar Tutik Purwaningsih pada Selasa (18/10/2022).

Sebelumnya, terungkap saat Masbup panggilan Bupati Kediri,melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi pembangunan Pasar Wates, Senin (17/10).

Bahkan buntut temuan itu, Bupati kelahiran tahun 1980 itu dikabarkan sempat emosi hingga menendang material plafon.

Tutik menambahkan, hasil-hasil dalam forum evaluasi itu nantinya akan menjadi rujukan untuk tindakan lanjutan.

Pihaknya tidak segan membongkar bangunan proyek jika ditemukan ketidaksesuaian baik dari sisi spesifikasi maupun harga material dengan dokumen kontrak.

"Kalau nanti di dokumen kontrak dan lain sebagainya ada ketidaksesuaian dari sisi kualitas maupun harga, ya akan kami minta bongkar. Mumpung masih ada waktu juga," tegas Tutik.

Atas temuan Bupati itu, pihaknya mengakuinya sebagai bahan evaluasi. Sebab sedari awal, pihaknya maupun para pengawas independen sebenarnya juga sudah berupaya menekan potensi praktik curang dalam proyek.

Adapun proyek pembangunan Pasar Wates itu sendiri merupakan proyek yang didanai dari anggaran APBN melalui Kementerian Perdagangan.

"Nilai total proyeknya Rp 12 miliar,"tandas wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ini.

(*)

Antisipasi Terjadinya Banjir, Personel Polsek Sanankulon Cek Debit Air Sungai


Cerita Realita,BLITAR||

Beberapa hari terakhir hujan cukup lebat mengguyur wilayah Kecamatan Sanankulon. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Personel Polsek Sanakulon Aiptu Rudi beserta anggota melaksanakan pengecekan debit air sungai yang ada di Desa Plosoarang, pada Senin (17/10).

Aiptu Rudi mengatakan,bahwa kami beserta anggota melaksanakan pemantauan dan mengecek debit aliran sungai yang biasanya meluap ke jalan saat curah hujan tinggi.

“Dari hasil pemantauan kami dilapangan aliran sungai cukup deras namun debit air yang mengalir masih dalam batas normal”, ucapnya.

Aiptu Rudi menambahkan, bahwa tujuan dari pemantauan debit air ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya potensi banjir yang melanda kawasan sekitar. Karena aliran sungai tersebut bersebelahan dengan jalan raya. 

“Saat ini ketinggian permukaan air terlihat berada pada level normal, artinya tidak ada potensi banjir”,imbuhnya.

Aiptu Rudi juga menghimbau, kepada warga sekitar untuk tidak membuang sampah disungai. Karena hal tersebut dapat memicu banjir karena sumbatan sampah yang ada di sungai.

Sementara itu, ditempat terpisah Kapolsek Sanankulon AKP Budi Agus S, S.H. mengatakan bahwa memasuki musi hujan semua anggota harus siap siaga.

“Tingkatkan kewaspadaan serta cek sarana dan prasarana pendukung agar cepat dan tepat dalam mengantisipasi adanya bencana alam atau banjir”,pungkasnya.

(Ati/Hms)

Senin, 17 Oktober 2022

Respons Cepat Polres Blitar Kota Evakuasi Pohon Tumbang di Sejumlah Lokasi


Cerita Realita,BLITAR||

Hujan deras yang melanda wilayah Kota Blitar dari Hari Minggu Sore menyebabkan beberapa pohon tumbang di Wilayah Kota Blitar, Senin (17/10/2022) dini hari.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Polres Blitar Kota bersama BPBD Kota Blitar sigap melakukan evakuasi terhadap sejumlah pohon tumbang.

Pohon tumbang dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 Wib di Jalan Diponegoro, Pukul 04.30 Wib di Jalan Tanjung dan Pukul 06.00 Wib di Jalan Bali Kota Blitar.

Kasihumas Polres Blitar Kota Iptu Achmad Rochan mengatakan ada 3 lokasi kejadian pohon tumbang akibat hujan sejak semalam yang melanda Kota Blitar.

"Benar bahwa dini hari tadi dan pagi ini ada kejadian pohon tumbang di Jalan Diponegoro, Jalan Tanjung dan Jalan Bali. Anggota Sabhara, Polsek Sananwetan dan Sukorejo bersama BPBD sigap langsung melaksanakan evakuasi," kata Kasihumas Polres Blitar Kota Iptu Achmad Rochan

Menurut Iptu Rochan, pohon tumbang ini menutupi jalan dan lalu lintas sempat tersendat akibat pohon tumbang tersebut.

"Alhamdulilah tidak ada korban jiwa. Saat ini, pohon tumbang sudah dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal lagi," tambahnya

Evakuasi dilakukan dengan cara memotong batang pohon yang tumbang menjadi sejumlah bagian agar memudahkan untuk dievakuasi petugas dari lokasi.

Selain kasus pohon tumbang, Iptu Rochan menuturkan pada musim hujan jajarannya siaga bila ada laporan warga terkait evakuasi bencana dan kami menghimbau warga masyarakat untuk selalu waspada tetap menjaga keselamatan.

(*)

Wabup Blitar Rahmat Santoso, Langsung Tinjau Lokasi dan Tempat Evakuasi Korban Banjir

Cerita Realita, Blitar||

Wabup Blitar Rahmat Santoso bersama Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom langsung bergerak cepat tinjau lokasi dan tempat pengungsian korban banjir, di Kecamatan Sutojayan,Senin (17/10/22) pagi.


Wabup yang akrab disapa Makdhe Rahmat ini menjelaskan, pihaknya juga memerintahkan untuk membuka pintu-pintu air agar banjir segera surut. 

Setelahnya bersama Kapolres Blitar dan Dandim 0808/Blitar langsung tempat kejadian korban banjir, dan mengintruksikan untuk dinas dan stakeholder terkait segera membantu evakuasi dan berkoordinasi jangan sampai terjadi korban jiwa.

“Dan untuk bayi tadi saya memerintahkan untuk dibawa ke Rumah Sakit atau minimal di Puskesmas, tidak saya sarankan untuk di tempat pengungsian,karena ada dua bayi yang masih kecil sekali tadi,”ungkap Makdhe Rahmat.

Makde Rahmat melanjutkan, kepada masyarakat tidak perlu panik,dan mohon bersabar Pemkab Blitar juga sudah bekerja langsung dalam bencana ini.Serta segera berkoordinasi untuk mengatasi adanya banjir susulan dan tidak berlangganan setiap musim penghujan datang.

"Karena hujan memang turun begitu lebat sejak tadi malam sampai pagi ini,sebelum dapur umum itu jadi, dari Dinsos Kabupaten Blitar sudah menyiapkan dan mengirimkan makanan jadi (siap saji) dulu.Kita tadi meninjau di daerah Kembang Arum, Sukorejo dan yang terparah, banjir terjadi di daerah Sukorejo,”pungkas Makdhe Rahmat.

(*)

Minggu, 16 Oktober 2022

Hari Libur, Polsek Sanankulon Optimalkan Patroli Dialogis Pada Lokasi Wisata

Cerita Realita,Blitar||

Memasuki akhir pekan dan hari libur,tentu masyarakat memanfaatkannya untuk berwisata bersama anggota keluarga dengan bepergian keluar rumah. 

Salahsatu tujuan wisata  rekreasi keluarga di wilayah hukum Polsek Sanankulon adalah kolam renang yang berlokasi di Desa Purworejo, kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Anggota unit Samapta yang dipimpin oleh KSPKT Aiptu Heru S melaksanakan patroli dialogis sebagai upaya untuk cegah atau antisipasi terhadap segala bentuk potensi gangguan kamtibmas maupun kriminalitas yang ada pada lokasi tersebut,Minggu (16/10/22).

Aiptu Heru S mengatakan bahwa patroli obyek wisata dilaksanakan dengan metode dialogis untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang sedang menikmati ahir pekan atau hari libur. 

"Hari libur ini tentu banyak pengunjung dari luar ataupun masyarakat sekitar yang melepas kejenuhan dengan berkunjung ke objek wisata kolam renang. Patroli dialogis unit Sabhara ini tidak hanya memantau saja, namun juga diberikan himbauan-himbauan kamtibmas untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan maupun hal yang tidak diinginkan lainnya",ucapnya.

Ditempat terpisah Kapolsek Sanankulon AKP Budi Agus S, S.H. menjelaskan, bahwa kehadiran petugas Polri di tempat tempat wisata dan lokasi liburan, masyarakat akan merasa aman dan tenang. Selain itu juga sebagai upaya untuk mencegah niat seseorang untuk melakukan tindak kejahatan.

"Tempat wisata merupakan tempat yang rawan adanya tindak kejahatan, adanya niat dan kesempatan para pelaku sehingga menimbulkan gangguan kamtibmas yang dapat menggangu kenyamanan masyarakat yang sedang menikmati liburan,"ucapnya.

Kapolsek menambahkan, dengan banyaknya masyarakat yang berlibur akan berpotensi terjadi gangguan kamtibmas dan kriminalitas apabila tidak ada petugas ditengah tengah mereka.

(*/Hms)

Bhabinkamtibmas Ringinanom Melaksanakan Pengamanan dan Pendampingan Penyaluran BLT-DD

Pemberian Bantuan Langsung Kepada Warga


Cerita Realita,Blitar||

Bhabinkamtibmas Desa Ringinanom laksanakan pengamanan dan pendampingan penyaluran BLT-DD bulan ke 10, bertempat di Balai Desa Ringinanom Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar,pada Jum'at (14/10).

Bhabinkamtibmas Desa Ringinanom Aipda Agus Sugiarto menyampaikan, penyaluran Bantuan langsung Tunai (BLT-DD)  di tujukan langsung kepada 100 orang penerima bagi yang terdampak Covid-19. Untuk sumber dana yang di gunakan ini di ambilkan dari kucuran Dana Desa dari pemerintah tahun anggaran 2022.

"Dan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada tahun 2022, sebagai upaya pemerintah dalam membantu beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu dan terdampak Covid-19," terangnya.

Pada kesempatan itu juga Aipda Agus Sugiarto memberikan himbauan, kepada warga masyarakat yang mengantri mengambil bantuan  yang hampir semuanya sudah lansia, agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

"Walaupun sekarang ini penyebaran Covid-19 sudah turun drastis, namun warga masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati serta melakukan upaya pencegahan agar tidak terkonfimasi Covid-19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan disiplin,"terangnya.

Sementara, Kapolsek Udanawu AKP.Anjun Sudaryanto S.Sos., mengatakan,demi keamanan dan kelancaran dalam penyaluran BLTDD bulan ke-10 tahun anggaran 2022 yang di ambilkan dari dana desa.

"Setiap desa yang ada di wilayah hukum Polsek Udanawu kami telah memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas agar melaksanakan pengamanan serta pendampingan penyaluran BLT-DD tersebut," pungkas Kapolsek.

(Hms/*)

SatPol PP Kabupaten Blitar, Gelar Sosialisasi Peraturan Perundangan Cukai Rokok Lewat Kesenian Tradisional

 

Cerita Realita,BLITAR||

Pemkab Blitar melalui SatPol PP bersama Kantor Bea dan Cukai gencar melakukan sosialisasi Ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang Cukai melalui kegiatan pagelaran kesenian jaranan bertempat di Lapangan Sebeng Desa Doko, Kecamatan Doko, Jumat (14/10) malam.

Dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Bea dan Cukai, melalui media kesenian tradisional jaranan diharapkan lebih efektif dan memudahkan sosialisasi langsung ke masyarakat luas. Hadir dalam acara ini Muspika Doko dan tokoh masyarakat setempat.

Kasatpol PP Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setya Budi S.H. mengatakan, bahwa SatPol PP di tahun 2022 sementer dua ini mengadakan giat sosialisasi dan penindakan. Untuk sosialisasi ada dua macam, pertama tatap muka dan mengkolaborasikan dengan hiburan.

Sedangkan untuk sosialisasi dikolaborasikan dengan hiburan sebelumnya juga dilakukan di beberapa kecamatan diantaranya kecamatan Lodoyo dengan menggelar wayang kulit, kecamatan Wates, Kesamben dan kecamatan Doko dengan kesenian jaranan dan reog.

“Alhamdulillah, untuk malam ini kita sosialisasi sudah ke empat dengan hiburan kesenian  tradisional jaranan yang sudah familiar dimasyarakat kita. Sebelumnya sosialisasi di kecamatan Lodoyo kita mengadakan hiburan wayang kulit, sedangkan untuk hiburan kesenian jaranan kita sudah adakan di kecamatan Wates, Kesamben dan hari ini di Kecamatan Doko”,terang Rustin.

Lebih lanjut Rustin mengatakan, untuk sosialisasi tatap muka akan dilakukan pada minggu depan. Dan sekaligus ada kegiatan penindakan bersama dengan tim Bea dan Cukai.

"Kita akan melakukan razia terhadap rokok ilegal, baik itu di kaki lima maupun di toko-toko dan secara langsung di pabrikan,"ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan, rasa prihatin karena sebagian masyarakat masih ada yang tidak mengerti rokok itu ada cukai atau tidak,"yang penting mereka di titipin untuk dijualkan.Tentunya kita mengadakan pendekatan edukatif dulu biar masyarakat itu mengerti terkait dengan rokok ilegal ini",imbuhnya.

Rustin juga berharap,  masyarakat lebih dewasa untuk menyikapi bahwa perbuatan dan penjualan rokok ilegal itu terdapat unsur pidananya. Sehingga masyarakat jangan sampai terjebak dengan retorika cukai atau retorika rokok ilegal.

Pada kesempatan itu Kepala Seksi Kepatuhan dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Blitar Sutopo menjelaskan tentang bentuk pelanggaran dan peraturan tentang cukai rokok.


Bahwa rokok tanpa pita cukai yang diproduksi, sangat merugikan negara. Bea Cukai mengajak masyarakat untuk mengenali ciri-ciri rokok ilegal dengan metode sederhana, dengan pengamatan secara langsung.


"Juga hukuman bagi pihak yang memalsukan pita cukai, dapat dikenai hukuman maksimal 5 tahun kurungan atau denda sebesar 2-10 kali dari nilai cukai yang tidak dibayar,"jelasnya.

(*)

Jaga Sitkamtibmas Yang Kondusif Selama Rangkaian Presidensi G 20 Polsek Denpasar Barat Ikrar Himbauan Kamtibmas

Polsek Denpasar Barat foto bersama dengan Instansi Terkait.
(Sumber foto: doc Hms/TMR)

Cerita Realita,Denpasar||

Guna menyukseskan seluruh rangkaian perhelatan presidensi G 20 di provinsi Bali dan Kota Denpasar yang memiliki nilai sangat strategis dalam pemulihan perekonomian dan pariwisata Bali diperlukan partispasi dan dukungan dari semua pihak.

Untuk itulah Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina, S.IK., M.H., bersama Muspika Denpasar Barat dan Ketua Karang Taruna Denpasar I Ketut Ngurah Aryawan mengundang Instansi Terkait (Inkait) dalam acara Sosialisasi dan Koordinasi 

Menjaga Situasi Kamtibmas Yang Aman, Damai dan Kondusif Selama Rangkaian Presidensi G20, bertempat di pelataran parkir Pasar Badung, Jl. Gajah Mada Denpasar, Sabtu (15/10) sore.

Tampak hadir dalam acara tersebut  Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Made Uder, Kasi Ops Kodim 1611 Badung, Camat Denpasar Barat, Danramil 1611-07/Denbar, Ketua MDA Kota Denpasar, Jero Bendesa Desa Adat Denpasar, Jero Bendesa Padangsambian dan para Kepala Desa / Perbekel se - Denpasar Barat dan Direktur PD Pasar Sewakadharma.

Dalam kesempatan ini juga dihadirkan berbagai macam pertunjukan seni dan drama dari komunitas seni yg ada di wilayah Denpasar. 

Kapolsek mengatakan bahwa, dalam ikrar bersama imbauan kamtibmas ini merupakan salah satu upaya strategis dalam mengajak seluruh masyarakat di kota Denpasar untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif.

"Guna mensukseskan perhelatan Presidensi G 20 sebagaimana komitmen Bapak Kapolresta Denpasar dalam mendukung Program Kerja Bapak Kapolda Bali",katanya.

(Tmr/JK)

Kompak, Babinsa Koramil Sanankulon Bersama Warga Masyarakat Gelar Kerja Bakti Rehab Mushola


Babinsa bersama masyarakat saat melakukan pembangunan musholla. (sumber foto doc : Hms/Dim0808)

 Cerita Realita,Blitar||

Dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter) guna meningkatkan budaya gotong royong dalan kehidupan bermasyarakat, Babinsa Koramil Tipe B 0808/04 Sanankulon Kodim 0808/Blitar Sertu Suroto dan warga masyarakat, menggelar kegiatan kerja bakti bersama merehab mushola yang ada di Desa Purworejo Kec. Sanankulon Kab. Blitar, Sabtu (15/10/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Suroto bersama warga masyarakat saling bahu membahu dan bekerja sama guna menyelesaikan pembangunan rehab mushola yang ada di wilayah binaannya.

Danramil Tipe B 0808/04 Sanankulon Kodim 0808/Blitar Kapten Inf Sulistiyono menuturkan, kerja bakti bersama ini merupakan budaya gotong royong yang harus tetap dijaga dan ditingkatkan, dengan harapan agar kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi semakin solid.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga dapat tercipta kekompakan dan kebersamaan yang lebih baik lagi antara Babinsa bersama warga masyarakat.

Kapten Inf Sulistiyono menambahkan, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata pengabdian dan bentuk kepedulian kepada warga masyarakat di wilayah binaan, ujarnya.

Dan semoga dengan adanya kerja sama yang baik ini, sekaligus dapat menunjang kelancaran dalam pelaksanaan tugas sehari hari Babinsa di lapangan, harapnya.

(Dim0808)


Popular Posts

Newsletter