10/19/22 - Cerita Realita

Rabu, 19 Oktober 2022

CHEMI DPD Jatim dan KMTH Salurkan Bantuan Korban Banjir

Cerita Realita,BLITAR||

Club Hukum Elang Maut Indonesia (CHEMI) DPD Jawa Timur menyerahkan bantuan untuk korban bencana banjir di Kecamatan Sutojayan  Kabupaten Blitar,pada Selasa (18/10). 

Bantuan ini merupakan wujud dari kepedulian CHEMI DPD Jatim dan Komunitas Masyarakat Tanggap Hukum yang (KMTH) di Hongkong bagi masyarakat terdampak banjir.

Ketua CHEMI DPD Jawa Timur Suko Priyadi mengatakan, bahwa pihaknya menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat di Kabupaten Blitar dan sekitarnya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” kata Suko Priyadi,selasa (18/10).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua CHEMI DPD Jawa Timur bersama Ketua DPC dan anggota dan diterima langsung oleh salah satu tokoh masyarakat, di tempat salah satu pengusian, menyampaikan apresiasinya kepada CHEMI DPD Jatim dan KMTH yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di Kabupaten Blitar.

"Kami sampaikan apresiasi kepada CHEMI dan yang telah merespon bencana banjir ini dengan segera menyalurkan bantuan kepada warga. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi semua,” ungkapnya.

Sebagai informasi hujan terus menerus sejak Minggu, (16/10) mengakibatkan 1179 unit rumah terdampak banjir di lima kecamatan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ribuan rumah tersebut terendam banjir yang terjadi sejak Senin (17/10) dini hari, kecamatan yang terdampak banjir bandang di Blitar, mulai Kecamatan Binangun, Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Sutojayan, Kecamatan Wonotirto, dan Kecamatan Wates.

Kelima kecamatan tersebut meliputi 13 titik banjir bandang Blitar,berikut datanya :

Kecamatan Binangun

1. Desa Salamrejo

2. Dusun Kedungjati, Desa Rejoso

3. Desa Binangun

Kecamatan Panggungrejo

1. Desa Kalitengah

2. Desa Serang

Kecamatan Sutojayan

1. Desa Sumberjo

2. Desa Bacem

3. Desa Kalipang

4. Lingkungan Gondanglegi,

Kelurahan Sutojayan

5. Lingkungan Purworejo, Kelurahan Sutojayan

6. Lingkungan Sutojayan, Kelurahan Sutojayan

Kecamatan Wonotirto

1. Pasar Ngeni, Desa Ngeni

Kecamatan Wates

1. Desa Tugurejo.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Blitar, Kecamatan Sutojayan adalah wilayah paling banyak korban terdampak yakni 1.094 KK. Kemudian 49 KK di Kecamatan Panggungrejo, 17 KK terdampak di Kecamatan Wates dan 20 KK di Kecamatan Binangun. Sedangkan, di kecamatan Wonotirto, banjir menerjang pasar Desa Ngeni.

(Ati/Lipsus)

KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi : Tidak Mudah Terpancing Isu dan Bisa Mengambil Hikmah dari Tragedi Kanjuruhan

Cerita Realita,BLITAR||

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa 131 orang, akan terus menjadi kenangan pahit bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di dunia sepak bola.

Semua masyarakat turut berduka atas tragedi Stadion Kanjuruhan. Tidak hanya warga Indonesia, tetapi seluruh insan sepak bola di dunia turut berbelasungkawa.

Tentu tidak hanya insan sepak bola menyoroti tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Para tokoh agama dan ulama pun turut serta memberikan perhatian. Salah satunya ulama dari Blitar KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi.

Menurutnya, tragedi Stadion Kanjuruhan Malang adalah duka kemanusiaan yang tidak boleh terulang kembali. Dirinya pun mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

"Semoga korban diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,"kata dia pada Selasa (18/10/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hanan Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar ini melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Suporter di manapun bisa belajar pada kejadian Malang. Termasuk juga penyelenggara, aparat dan segenap pihak yang terlibat dalam pertandingan tersebut semuanya juga sudah dipersiapkan.

"Bukan saatnya kita saling menyalahkan. Bahwasanya itu adalah kehendak atau takdir dari Allah SWT dan tidak semua menginginkan adanya kejadian tersebut. Tetapi momen ini harus digunakan sebagai waktu yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki diri masing-masing,"jelasnya.

KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi, pada kesempatan ini juga mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berita yang tidak benar.Pihaknya yakin, pemerintah termasuk aparat kepolisian akan mengungkap kasus ini seterang-terangnya. 

"Saya yakin pemerintah dan aparat kepolisian akan mengungkapkan kasus ini dengan seterang - terangnya. Dan kita harus tetap berhati dingin karena permasalahan sudah diserahkan kepada ahlinya,"paparnya.

Bahkan KH Ahmad Mudhofi Ismail, S.Ag, M.Hi. juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama saling mendo'akan dan sekali lagi jangan mudah terpancing atas berita dan isu-isu beredar, kejadian ini tidak terulang kembali.

"Yakni sebagai koreksi kepada diri sendiri, serta dengan meyakini bahwa kejadian itu adalah takdir dari Allah SWT dan Insyaallah masyarakat kita bisa berjalan dengan baik dan persepakbolaan Indonesia tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat,serta tragedi itu tidak terulang kembali,"jelas dia.

(Tim)

Popular Posts

Newsletter