Ngopi dan Kopi Ala Pak Boss
Cerita Realita,||
Sepenggal cerita dari seorang calon peserta pimpinan Kepala Desa, dari ia melihat , mendengar dan 'membaca'.
Ia sampaikan bahwa kedepan desa yang selama ini dirinya ditingali perlu adanya upaya pembaharuan.
Ada sedikit yang dalam benak saya harus saya sampaikan kepada calon peserta Kepala Desa,dan pemilihan umum yang sifatnya terbatas yang akan diselenggarakan.Dalam artian terbatas pada wilayah desa.
Sebut saja Pak Boss, saya utarakan maksud dan tujuan saya , apakah nantinya Pak Boss pasti bisa menangkap dan mengakomodasi semua kepentingan warga?,tanyaku. Dikala malam itu ditemani rokok linting dan segelas wedang kopi hitam.
Dengan santainya Pak Boss, menjawab bahwa memimpin ibarat kita saat ini. Ia jelaskan, "ya apa yang kita lakukan saat ini bro 'ngopi',"cuapnya. Dalam beberapa hal mungkin saya kalah dari calon yang lain, tapi dengan penuh semangat dan yakin bahwa kalau memang semua sudah mandat dari yang kuasa pasti tak kemana," lanjut Pak Boss.
Lho kok begitu,Pak Boss ? tanyaku. Terkait Ngopi tadi bagaimana?. Sebelum menjawab ia nyeruput wedang kopi hitamnya. Lalu menjawab,Ngene ( begini) lho bro orang kalau ngopi hitam pasti ya gabungan dari bubuk kopi dan gula, sama seperti kita semua Ndak mungkin tho kita hidup di masyarakat sendiri.
Sama juga dengan pilihan nantinya pasti warga desa punya gabungan kopi sendiri dan ada pula yang dicampur dengan bahan lainnya contohnya susu,ada yang suka dengan gula pasir dan gula lainnya. Intinya adalah bahan utama adalah bubuk kopi.
Jadi bila bahannya sama akan tahu bagaimana rasanya kopi pasti pahit. Sama juga dengan permasalahan apabila kita hadapi sendiri pastinya juga pahit. Maka pentingnya menjaga kerukunan dan kegotong royongan.
"Nah pahamkan, sekarang tak jelaskan lagi apabila takaran pas pastinya kopi tadi rasanya juga joss,"lanjut Pak Boss.
Maksudnya bila rasa manis gula dan kopi jadi satu pastinya akan menciptakan satu kesatuan,demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. "Seperti rasa kopi tadi,Joss".
Itulah Pak Boss, orang yang senantiasa berusaha untuk memberikan yang lebih bagi kemajuan masyarakat di desa dengan menjabarkan segala hal dengan keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.
Untuk saat ini sekian dulu cerita mengenai Pak Boss, karena Filosofi Ngopi masih ada lanjutannya.
(*)


