10/23/22 - Cerita Realita

Minggu, 23 Oktober 2022

Ngopi dan Kopi Ala Pak Boss

Cerita Realita,||

Sepenggal cerita dari seorang calon peserta pimpinan Kepala Desa, dari ia melihat , mendengar dan 'membaca'.

Ia sampaikan bahwa kedepan desa yang selama ini dirinya ditingali perlu adanya upaya pembaharuan.

Ada sedikit yang dalam benak saya harus saya sampaikan kepada calon peserta Kepala Desa,dan  pemilihan umum yang sifatnya terbatas yang akan diselenggarakan.Dalam artian terbatas pada wilayah desa.

Sebut saja Pak Boss, saya utarakan maksud dan tujuan saya , apakah nantinya Pak Boss pasti bisa menangkap dan mengakomodasi semua kepentingan warga?,tanyaku. Dikala malam itu ditemani rokok linting dan segelas wedang kopi hitam.

Dengan santainya Pak Boss, menjawab bahwa memimpin ibarat kita saat ini. Ia jelaskan, "ya apa yang kita lakukan saat ini bro 'ngopi',"cuapnya. Dalam beberapa hal mungkin saya kalah dari calon yang lain, tapi dengan penuh semangat dan yakin bahwa kalau memang semua sudah mandat dari yang kuasa pasti tak kemana," lanjut Pak Boss.

Lho kok begitu,Pak Boss ? tanyaku. Terkait Ngopi tadi bagaimana?. Sebelum menjawab ia nyeruput wedang kopi hitamnya. Lalu menjawab,Ngene ( begini) lho bro orang kalau ngopi hitam pasti ya gabungan dari bubuk kopi dan gula, sama seperti kita semua Ndak mungkin tho kita hidup di masyarakat sendiri. 

Sama juga dengan pilihan nantinya pasti warga desa punya gabungan kopi sendiri dan ada pula yang dicampur dengan bahan lainnya contohnya susu,ada yang suka dengan gula pasir dan gula lainnya. Intinya adalah bahan utama adalah bubuk kopi. 

Jadi bila bahannya sama akan tahu bagaimana rasanya kopi pasti pahit. Sama juga dengan permasalahan apabila kita hadapi sendiri pastinya juga pahit. Maka pentingnya menjaga kerukunan dan kegotong royongan.

"Nah pahamkan, sekarang tak jelaskan lagi apabila takaran pas pastinya kopi tadi rasanya juga joss,"lanjut Pak Boss.

Maksudnya bila rasa manis gula dan  kopi jadi satu pastinya akan menciptakan satu kesatuan,demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. "Seperti rasa kopi tadi,Joss".

Itulah Pak Boss, orang yang senantiasa berusaha untuk memberikan yang lebih bagi kemajuan masyarakat di desa dengan menjabarkan segala hal dengan keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.

Untuk saat ini sekian dulu cerita mengenai Pak Boss, karena Filosofi Ngopi masih ada lanjutannya.

(*)

 

Kapolres Blitar Kota Bersama Kepala BPBD Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Jalan Raung Kota Blitar

Cerita Realita,BLITAR||

Curah hujan yang mengguyur Kota Blitar mengakibatkan pohon tumbang yang melintang diatas aliran sungai dan akibatkan tebing longsor. Di Aliran Kali Lahar Jalan Raung Kota Blitar,Jum'at (21/10).

Kapolres Blitar Kota AKBP Argowoyono SH SIK MSi didampingi sejumlah pejabat utama di Polres meninjau langsung lokasi tersebut. Peninjauan itu juga didampingi Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli, Sabtu (23/10).

Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga kamtibmas serta antisipasi kerawanan bencana di wilayah tugasnya.

AKBP Argowiyono langsung meninjau lokasi longsor di Aliran Kali Lahar Jalan Raung Kota Blitar.

Menurut AKBP Argowiyono, bencana alam yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian dan harus diwaspadai.

Sebab, belakangan cuaca sedang tidak baik. Sehingga masyarakat harus selalu waspada dengan cuaca hidrometrologi yang mungkin diperkirakan masih sampai desember.

"Hari ini saya bersama Kepala BPBD Kota Blitar meninjau beberapa lokasi yang kemarin sempat longsor yaitu di aliran kali lahar di jalan Raung dan Muaratikus  hasil pengamatan secara umum sudah diperbaiki namun untuk yang di Jalan Raung masih berproses karena masuk dalam wilayah Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) untuk penanganannya" kata Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono

Selain meninjau dan memastikan beberapa lokasi longsor, Kapolres juga memberikan himbauan kepada warga yang berada di lokasi longsor untuk berhati-hati dan waspada.

Peristiwa longsor di tebing Kali Lahar, Jl Raung, juga mengancam sekitar tujuh bangunan rumah warga di lokasi.

Untuk diketahui bahwa kemarin  Jum at (22/10), Petugas gabungan dari BPBD Kota Blitar bersama TNI dan Polri telah membersihkan pohon tumbang terseret tanah longsor di aliran Kali Lahar, Jl Raung, Kota Blitar.

Polres Blitar Kota juga memasang garis polisi di titik longsor sebagai tanda bahaya agar warga hati-hati saat melintas di lokasi.

Petugas gabungan juga telah memotong dahan pohon tumbang yang melintang di atas aliran Kali Lahar, Jl Raung.

Sementara itu, Agus Suherli Kepala BPBD Kota Blitar mengatakan BPBD sudah koordinasi dengan DPUPR terkait penanganan selanjutnya terhadap tebing longsor di Jl Raung.

Menurutnya, DPUPR akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk penanganan lebih lanjut tebing Kali Lahar longsor.

"Karena Kali Lahar menjadi wewenang BBWS. Kami akan koordinasi dengan BBWS terkait penanganan selanjutnya," katanya.

(*)

Bupati Blitar Ajak Napak Tilas Sejarah Santri dan Santripreneur Yang Peka Teknologi

 


Cerita Realita,BLITAR||

Bupati Blitar, Rini Syarifah memimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2022, di Alun-Alun Kanigoro, Sabtu (22/10/2022) pagi. 

Hadir dalam apel tersebut, jajaran Forkopimda, Sekda Kabupaten Blitar, sejumlah kepala OPD, tamu undangan serta ratusan santri se- Kabupaten Blitar dan para santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kabupaten Blitar.

Bupati Blitar yang akrab disapa Mak Rini ini juga menyampaikan, apresiasinya kepada seluruh santri yang telah berkontribusi dengan menjadi relawan pada musibah banjir di wilayah Sutojayan, Panggungrejo, Binangun maupun daerah lain di Kabupaten Blitar, yang terdampak bencana banjir.

“Semoga seluruh santri yang ada di Kabupaten Blitar semakin berdaya menjaga martabat kemanusiaan,”kata Mak Rini .

Pada kesempatan itu, Mak Rini juga membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia. Diantaranya, tema peringatan Hari Santri untuk tahun 2022 ini ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’.

Maksud tema tersebut adalah, bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Dulu, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah. Menggunakan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung. Mereka tidak gentar melawan musuh. Di Surabaya, resolusi jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat pemuda-pemuda Surabaya melawan Belanda,”jelasnya.

Ia melanjutkan ketika pecah pertempuran lima hari di Semarang, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan. Di tempat lainnya juga sama, yaitu santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah.

“Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,”imbuhnya.

Mak Rini juga mengajak peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata, hari santri adalah milik semua, milik semua komponen bangsa yang mencintai tanah air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

“Saya mengajak semua masyarakat Indonesia,apapun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” ujar Bupati membacakan sambutan Menteri Agama.

Dihubungi usai memimpin upacara, Mak Rini menyampaikan kegiatan upacara Hari Santri ini dilaksanakan serentak se- Kabupaten Blitar. Meski pusat upacara Hari Santri se- Kabupaten Blitar berada di Alun-Alun Kanigoro, ia menyebut masing-masing kecamatan juga melaksanakan upacara Hari Santri.

“Harapannya kami ingin santri-santri kita kedepan untuk menjadi sosiopreneur, santripreneur, untuk sareng-sareng (bersama-sama) membangun bangsa. Kita membutuhkan anak-anak muda, maka anak-anak muda ini harus peka teknologi, harus bisa digitalisasi,”ungkapnya.

“Mulai dari akademisi, anak-anak sekolah, SD, SMP, nah itu semuanya santri-santri kita. Semua harus saling bersinergi, bagaimana inovasi, kreasi ini terus gencarkan dan semangati mereka,” pungkasnya.

(Kom)

Popular Posts

Newsletter